Anak-anak Wae Kuse Rela Menyeberangi Jembatan Rapuh Demi Sekolah, dr. Ikhsan Lihat Langsung Kondisinya - SolusiPeduli.org

Anak-anak Wae Kuse Rela Menyeberangi Jembatan Rapuh Demi Sekolah, dr. Ikhsan Lihat Langsung Kondisinya

10 Agustus 2026 - Oleh Abhi Setyaka

Suara anak-anak mulai terdengar sejak pagi di Wae Kuse, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Mereka berjalan beriringan menyusuri jalan setapak, menuruni lembah, lalu menyeberangi sungai melalui jembatan sederhana sebelum kembali mendaki menuju SD Negeri Wae Kuse. Perjalanan itu mereka lakukan setiap hari untuk belajar.

Anak-anak tersebut berasal dari Kampung Kedungu, Damot, Tadobara, Wongkol Randang, dan Tado Kawu. Bagi mereka, SD Negeri Wae Kuse menjadi tempat untuk belajar karena sekolah lain berada cukup jauh dari kampung mereka.

Di balik semangat itu, ada tantangan yang terus mereka hadapi. Jembatan dari batang pohon dan bambu menjadi satu-satunya akses menuju sekolah sekaligus jalur masyarakat menuju ladang. Ketika hujan turun, sungai sering meluap dan menghentikan aktivitas. Guru dan siswa memilih menunggu air surut daripada mengambil risiko. Warga juga masih mengingat saat arus sungai menyeret tiga anak yang melintasi jembatan. Beruntung, mereka berhasil diselamatkan. Selain itu, sekolah juga masih membutuhkan akses air bersih untuk mendukung kegiatan belajar.

Melihat Langsung Kondisi Wae Kuse

Kondisi itulah yang membawa Human Initiative bersama dr. Ikhsanuddin Qothi berkunjung ke Wae Kuse. dr. Ikhsan dikenal sebagai dokter sekaligus kreator konten edukasi kesehatan yang aktif berbagi informasi melalui media sosial dan terlibat dalam berbagai kegiatan sosial.

Alih-alih langsung menuju sekolah, dr. Ikhsan memilih mengikuti jalur yang setiap hari dilalui anak-anak. Langkah demi langkah membawanya menuruni lembah, melintasi jembatan kayu, lalu mendaki hingga tiba di sekolah.

“Untuk sampai ke sekolah, saya harus turun lembah, melewati jembatan kayu yang rapuh, dan berjalan menanjak lebih dari 20 menit. Dan rute inilah yang dilewati anak-anak setiap hari,” ujar dr. Ikhsan.

Setibanya di SD Negeri Wae Kuse, masyarakat menyambut dr. Ikhsan dan rombongan Human Initiative melalui prosesi adat. Anak-anak kemudian menampilkan tarian tradisional dan mengajak dr. Ikhsan memainkan permainan tradisional bersama mereka.

Kunjungan berlanjut dengan dialog bersama kepala sekolah, guru, tokoh adat, kepala desa, orang tua siswa, dan masyarakat. Mereka berbagi cerita tentang perjalanan menuju sekolah, kondisi jembatan, hingga kebutuhan air bersih yang masih mereka hadapi.

Sebelum mengakhiri kunjungan, dr. Ikhsan mengajak anak-anak belajar melalui kuis perkalian yang berlangsung penuh semangat. Human Initiative juga menyalurkan school kit kepada 79 siswa untuk mendukung kegiatan belajar mereka.

Perjalanan di Wae Kuse memperlihatkan bahwa anak-anak tetap menjaga semangat belajar di tengah keterbatasan akses yang mereka hadapi. Masyarakat pun berharap jembatan yang lebih aman dan akses air bersih dapat segera hadir agar perjalanan menuju sekolah menjadi lebih nyaman.

Sahabat Inisiator dapat menjadi bagian dari upaya tersebut melalui kolaborasi kebaikan bersama Human Initiative di solusipeduli.org. Bersama, kita dapat membantu menghadirkan akses yang lebih aman bagi anak-anak dan masyarakat Wae Kuse.

Baca Cerita Lainnya

Bagikan :