Gempa NTT: Kenali Bahaya Pascagempa dan Langkah Aman untuk Masyarakat - SolusiPeduli.org

Gempa NTT: Kenali Bahaya Pascagempa dan Langkah Aman untuk Masyarakat

04 September 2026 - Oleh Abhi Setyaka

Gempa bumi Magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026 pukul 04.58.24 WIB. Guncangan mencapai intensitas VII MMI dan memicu tsunami setinggi 1,67 meter di Pota, Manggarai Timur. Gempa juga merusak sejumlah rumah dan fasilitas publik.

Gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores atau Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berada di utara Kepulauan Nusa Tenggara dan pernah memicu gempa besar, termasuk Gempa Flores 1992 yang disertai tsunami. Setelah guncangan utama mereda, masyarakat tetap perlu waspada karena gempa susulan masih mungkin terjadi.

Selain gempa susulan, guncangan juga dapat memicu bahaya lain. Retakan tanah, penurunan permukaan tanah, longsor, dan likuifaksi menjadi beberapa kondisi yang perlu kita kenali. Warga yang tinggal di sekitar lereng dan tebing juga perlu lebih berhati hati jika melihat perubahan pada kondisi tanah.

Lalu, apa itu likuifaksi? Likuifaksi terjadi ketika tanah yang banyak mengandung air kehilangan kekuatannya saat menerima guncangan kuat. Salah satu tandanya berupa sand boil, yaitu air yang membawa pasir dan lumpur keluar ke permukaan. Analisis cepat menunjukkan indikasi sand boil di wilayah Waekokak dan Mbay. Badan Geologi masih memeriksa kondisi tersebut untuk memastikan temuan dan dampaknya.

Masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap perlu berhati hati. Hindari bangunan yang mengalami kerusakan dan jangan mendekati lereng atau tebing yang terlihat tidak stabil. Jika menemukan retakan tanah, pergerakan tanah, atau semburan air dan pasir, segera tinggalkan area tersebut dan ikuti arahan petugas.

Kita juga perlu menjaga informasi yang beredar. Pastikan kabar berasal dari sumber resmi seperti BPBD, pemerintah daerah, dan Badan Geologi sebelum membagikannya. Dengan informasi yang tepat, masyarakat dapat mengambil langkah dengan lebih tenang dan saling menjaga keselamatan.

Human Initiative mengajak Sahabat untuk terus menjaga kepedulian bagi masyarakat terdampak. Mari kolaborasikan kebaikan bersama Human Initiative melalui solusipeduli.org untuk mendukung masyarakat dalam proses pemulihan.

 

Sumber: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

Baca Cerita Lainnya

Bagikan :