Bolehkah Berqurban Atas Nama Orang Lain? Ini Penjelasannya

22 Mei 2025 - Oleh CS SolusiPeduli

Setiap kali Hari Raya Idul Adha tiba, semangat untuk berqurban kembali menghangat di tengah umat Islam. Tidak sedikit yang bertanya, “Apakah boleh berqurban atas nama orang lain?” Pertanyaan ini sangat relevan, terutama bagi mereka yang ingin menghadiahkan pahala qurban kepada orang tua, pasangan, atau anggota keluarga yang telah wafat. Mari kita telusuri penjelasan syariat mengenai hal ini.

Berqurban untuk Orang Lain yang Masih Hidup

Dalam ajaran Islam, seseorang dibolehkan untuk berqurban atas nama orang lain yang masih hidup, dengan catatan ada izin atau persetujuan dari orang tersebut. Ini karena ibadah qurban melibatkan niat dan pengorbanan materi, sehingga pelakunya perlu menyetujui tindakan tersebut.

Sebagai contoh, seseorang boleh membelikan hewan qurban untuk orang tuanya yang masih hidup, selama orang tuanya setuju. Jika dilakukan tanpa izin, maka qurbannya dianggap sedekah biasa, bukan ibadah qurban atas nama orang tersebut.

Berqurban untuk Orang yang Telah Meninggal Dunia

Bagaimana jika qurban diniatkan untuk orang yang telah meninggal dunia? Ulama berbeda pendapat dalam hal ini. Namun, mayoritas membolehkan berqurban atas nama orang yang sudah wafat, apalagi jika semasa hidupnya ia belum sempat berqurban.

Hal ini didasarkan pada riwayat dari sahabat Nabi SAW, Ali bin Abi Thalib RA, yang disebutkan pernah berqurban atas nama Rasulullah SAW setiap tahun. Dalam riwayat disebutkan:

“Sesungguhnya Rasulullah SAW berwasiat kepadaku agar aku menyembelih qurban untuknya, maka aku tidak pernah meninggalkannya.”
(HR. Abu Dawud)

Pendapat ini juga dikuatkan oleh para ulama dari mazhab Hanbali dan Syafi’i yang memperbolehkan qurban atas nama orang yang telah meninggal, selama diniatkan sebagai bentuk hadiah pahala dan kebaikan.

Pahala Qurban yang Diniatkan

Qurban yang dilakukan atas nama orang lain, baik hidup maupun wafat, tetap sah dan berpahala selama memenuhi syarat-syarat qurban dan didasari niat yang benar. Namun perlu diingat, bahwa pahala adalah urusan Allah SWT. Yang penting bagi kita adalah menjaga keikhlasan dan menjalankannya sesuai tuntunan syariat.

 

Kapan Dianjurkan Berqurban untuk Orang Lain?

  • Jika orang tersebut belum pernah berqurban semasa hidupnya.
  • Sebagai bentuk bakti dan penghormatan kepada orang tua atau keluarga.
  • Saat ingin mengirim pahala sebagai bentuk sedekah jariyah bagi yang telah wafat.

Berqurban atas nama orang lain adalah salah satu bentuk kasih sayang dan kepedulian yang bisa menjadi amal berkelanjutan. Terutama jika diniatkan untuk orang tua, pasangan, atau kerabat yang telah mendahului kita. Ini bukan hanya tentang menyembelih hewan, tapi tentang menghadirkan doa dan kebaikan dalam bentuk nyata.

Sudah punya niat Qurban? Tunaikan Qurban hemat sesuai syariat di >> solusipeduli.org

Baca Cerita Lainnya

Bagikan :