Kopi Tujak Lombok

0%

Rp60.000

Donasi Terkumpul

Rp0

Donasi Tersalurkan

1

Donatur

Rp100 Jt

Total kebutuhan
Rp
Bagikan:

Keharuman Si Hitam dari Sajang

Kopi Tujak merupakan produk binaan Human Initiative yang dikelola oleh Kelompok Tani Bumi Lestari hasil inisiasi para pemuda Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur.

Kopi, gaya hidup milenial masa kini

Mudah ditemukannya kedai kopi di masa kini menjadi salah satu faktor kopi telah menjadi gaya hidup milenial. Kopi yang awalnya hanya dapat dinikmati oleh kalangan tertentu dengan harga yang fantastik, sekarang dapat dinikmati dengan harga yang terjangkau dan berbagai cara yang asik. Tak hanya biji kopi impor, kini milenial pun dapat dengan mudahnya mencicipi olahan biji kopi lokal yang tak kalah saing. Salah satunya adalah biji kopi yang berasal dari Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur.

Sejarah singkat Kopi Tujak

Gempabumi yang terjadi di Lombok pada tahun 2018 lalu memberikan dampak yang cukup besar bagi perekonomian daerah. Banyak fasilitas umum, perkebunan, dan pertanian yang hancur serta rusak sehingga masyarakat kehilangan mata pencarian. Desa Sajang, salah satu desa yang berada di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur dan merupakan salah satu daerah terdampak gempa yang cukup besar. Desa yang memiliki potensi besar di bidang perkebunan, yaitu penghasil biji kopi. Para pegiat kopi di Desa Sajang melihat potensi dari biji kopi yang dihasilkan dan berupaya untuk memajukan perekonomian desa dengan meningkatkan daya jual biji kopi. Berkat kontribusi dan pendampingan yang dilakukan oleh Human Initiative, mimpi untuk meningkatkan daya jual biji kopi dari Lombok Timur pun menjadi nyata.

Mengapa disebut Kopi Tujak?

Tujak dalam bahasa Lombok artinya “tumbuk” karena pembuatan kopi awalnya dilakukan dengan cara ditumbuk secara tradisional oleh 33 petani kopi terdampak bencana gempabumi yang tergabung dalam Kelompok Tani Bumi Lestari. Biji kopi hasil perkebunan Desa Sajang yang ditanam di kaki Gunung Rinjani ini memiliki rasa yang khas dengan aroma yang cukup pekat.

Kopi Tujak, berkah di balik bencana?

Kini Kopi Tujak telah mampu menghasilkan kopi dengan kualitas grade 1 Robusta dan Specialty Arabica yang telah diakui kenikmatannya oleh salah satu expertise kopi terkemuka di Lombok, yaitu Bapak Agung Pramudya. Setelah dilakukan pemberdayaan oleh Human Initiative selama kurang lebih 8 bulan, biji kopi Tujak yang awalnya dijual dengan hasil yang kurang menguntungkan terutama bagi para petani kopi, terbukti berhasil meningkatkan perekonomian Desa Sajang setelah bencana gempabumi terjadi. Kopi Tujak telah siap memanjakan lidah para penikmat kopi dengan rasa khas perjuangan. Tak perlu jauh ke Lombok, keharumannya telah berhasil memikat hati. Dengan mendukung program “Lombok Bangkit”, kita menjadi bagian dari terwujudnya kemandirian mereka.

Mari tunjukkan kepedulian kita agar pemberdayaan masyarakat Lombok semakin merata.

Selengkapnya
Tanggal Donatur Nominal
03-11-2019 Astried Adhania 60.000,-
Total donasi offline 0,-

BANTU SEBARKAN KEBAIKAN

Ayo ikut berkontribusi dalam gerakan #solusipeduli !
Ajak lebih banyak orang untuk mewujudkan program kebaikan ini.

Jadi Fundraiser

Donatur


03 November 2019
Rp 60.000,-