Udara yang seharusnya menjadi sumber kehidupan kini berubah menjadi ancaman bagi masyarakat di sejumlah wilayah Kalimantan. Kebakaran hutan dan lahan kembali meluas, membawa kabut asap pekat yang mengganggu aktivitas dan membahayakan kesehatan warga.
Pada 19 Agustus 2026, pemantauan Kementerian Kehutanan mencatat 518 hotspot berkepercayaan tinggi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Angka ini meningkat lebih dari empat kali lipat dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 109 hotspot. Sebanyak 259 hotspot terdeteksi di Kalimantan Barat, 242 di Kalimantan Tengah, dan 17 di Kalimantan Selatan.
Di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, dampak karhutla juga semakin luas. Data BPBD setempat per 18 Agustus mencatat 189 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai sekitar 859,49 hektare. Kecamatan Kumai menjadi salah satu wilayah dengan dampak terbesar, dengan lebih dari 584 hektare lahan terbakar. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah memperpanjang status Tanggap Darurat Karhutla hingga 4 September 2026.
Ancaman tidak berhenti pada api.
Kabut asap mulai mengganggu udara yang dihirup masyarakat setiap hari.
Di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada pagi 19 Agustus 2026, BMKG mencatat konsentrasi PM2.5 mencapai 389,4 µg/m³. Angka tersebut telah masuk dalam kategori Berbahaya, jauh melampaui ambang 250,5 µg/m³ untuk kategori tersebut. BMKG mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker yang memadai untuk mengurangi paparan partikulat halus.

Kabut asap juga sempat membuat jarak pandang di sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor turun hingga sekitar 400 meter. Akibatnya, sedikitnya 12 penerbangan terdampak, terdiri dari delapan jadwal keberangkatan dan empat kedatangan.
Bayangkan harus menjalani hari ketika udara di luar dipenuhi asap.
Anak-anak harus menghirup udara yang tidak sehat. Orang tua harus tetap bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga. Lansia, ibu hamil, pekerja lapangan, serta keluarga yang tinggal di sekitar wilayah kebakaran menghadapi risiko paparan asap yang lebih besar.
Kabut asap bukan hanya membuat pandangan terbatas. Paparan partikulat halus dapat mengganggu pernapasan dan meningkatkan risiko kesehatan, terutama bagi kelompok yang rentan.
Di wilayah gambut, kondisi kering juga meningkatkan risiko kebakaran semakin sulit dikendalikan. Saat meninjau Tumbang Nusa, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah pada 19 Agustus, Kementerian Kehutanan mencatat tinggi muka air gambut sekitar -0,99 meter, sementara kondisi ideal disebut berada di atas -0,4 meter. Kondisi ini menunjukkan gambut berada dalam situasi rawan selama periode puncak musim kemarau.
Di tengah situasi yang masih berkembang, Human Initiative berupaya hadir untuk mendukung masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap di Kalimantan.
Bantuan akan disesuaikan dengan hasil asesmen dan kebutuhan paling mendesak di lapangan, di antaranya:

Situasi karhutla dapat berubah dengan cepat mengikuti kondisi cuaca, kekeringan, arah angin, serta munculnya titik api baru. Semakin lama kebakaran berlangsung, semakin panjang pula waktu masyarakat harus menghadapi udara berbahaya dan gangguan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui campaign ini, Human Initiative mengajak Sahabat Inisiator untuk bergerak bersama membantu masyarakat terdampak karhutla dan kabut asap di Kalimantan.
Dukungan kita dapat membantu menghadirkan masker bagi mereka yang harus beraktivitas di tengah asap, air bersih dan makanan bagi keluarga terdampak, serta kebutuhan darurat lainnya yang dibutuhkan masyarakat di lapangan.
Satu donasi mungkin tidak mampu memadamkan seluruh api. Namun, kebaikan kita dapat membantu melindungi keluarga yang saat ini harus hidup di tengah dampaknya.
Hari ini, saudara-saudara kita di Kalimantan membutuhkan dukungan untuk melewati masa darurat.
Bersama, kita bantu mereka bernapas lebih aman, memenuhi kebutuhan darurat, dan melewati kabut asap hingga keadaan kembali pulih.
| Tanggal | Donatur | Nominal |
|---|---|---|
| Total donasi offline | 0,- | |
Ayo ikut berkontribusi dalam gerakan #solusipeduli! Ajak lebih banyak orang untuk mewujudkan program kebaikan ini.
Jadi Fundraiser
Semoga lekas pulih
Semoga alam kita tetap terlindungi, aamiin.
Yaa Allaah, ampuni kami semua kaum muslimin di akhirat. Allaahumma aamiin
Semoga Allah memberikan kebaikan di dunia dan di akhirat
semoga hutan cepat pulih
semoga segera membaik:))
Semoga segera padam
semoga Kalimantan segera pulih kembali
Semoga bermanfaat
Semoga Rahmat Allah SWT untuk Beliau, Aamiin