Di Tengah Upaya Kemanusiaan yang Terus Bergerak, Israel Perketat Jalur Masuk Bantuan ke Gaza
13 November 2025 -Penyaluran bantuan ke Gaza terus meningkat sejak gencatan senjata diberlakukan. Setiap hari, lebih dari 100 truk bantuan melintasi perbatasan Mesir melalui pintu Karem Shalom. Meski jumlahnya bertambah, kebutuhan jutaan warga yang terdampak konflik masih belum terpenuhi.
Dari arah Yordania, pengiriman bantuan tetap menghadapi pembatasan ketat. Israel hanya mengizinkan truk bantuan lewat jalur komersial dan mewajibkan pengirim terdaftar secara resmi. Pemerintah Israel juga belum membuka kembali jalur kemanusiaan sejak insiden di perbatasan pada bulan September. Proses pemeriksaan dan administrasi yang rumit dari pihak Israel turut memperlambat arus distribusi.

Sejak awal November, organisasi kemanusiaan berhasil mengirim 252 truk ke Gaza. Sebagian besar bantuan datang dari Mesir, sementara sisanya dikirim melalui pelabuhan Ashdod. Meskipun jumlah pengiriman meningkat, kebutuhan warga masih jauh lebih besar, terutama menjelang musim dingin.
Warga Gaza kini berjuang mencari tempat tinggal sementara dan perlindungan dari cuaca dingin. Sekitar 500 ribu orang memerlukan tenda atau hunian darurat. Namun, puing-puing bangunan yang berserakan akibat serangan menghambat pembangunan hunian tersebut. Selain itu, Israel juga menolak sebagian bantuan seperti makanan dan panel surya yang penting untuk pasokan energi.
Situasi ini memperlihatkan bahwa peningkatan distribusi bantuan belum cukup untuk mengatasi hambatan logistik dan administratif. Organisasi kemanusiaan perlu memperkuat kerja sama lintas negara agar bantuan bisa tiba lebih cepat kepada warga yang membutuhkan.
Mari bersama bantu saudara-saudara kita di Gaza melalui solusipeduli.org. Setiap dukungan berarti bagi mereka yang sedang berjuang membangun kembali harapan di tengah krisis.