Forum Ekonomi Regional Jawa Barat Dorong Kolaborasi untuk Perkuat Pemberdayaan Masyarakat
01 Juli 2026 -Pembangunan ekonomi yang inklusif memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak. Berangkat dari semangat tersebut, Forum Ekonomi Regional Jawa Barat digelar pada Selasa, 23 Juni 2026, di Aula Tampomas, Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS). Forum ini mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas penguatan ekonomi daerah melalui pemberdayaan masyarakat. Human Initiative turut berpartisipasi sebagai salah satu narasumber.
Forum mengangkat tema “Membangun Ekonomi Digital Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal.” Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir membuka kegiatan ini. Selain itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Dr. Herman Suryatman, M.Si., hadir dan menyampaikan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan investasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Investasi Jawa Barat tumbuh sekitar 30 persen, dari Rp195 triliun menjadi Rp296,8 triliun, tertinggi di Indonesia. Tantangan berikutnya adalah memastikan investasi tersebut mampu menyerap tenaga kerja lebih besar. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi benar benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Pemberdayaan Masyarakat sebagai Fondasi Ekonomi
Vice President Human Initiative, Bambang Suherman, menjadi narasumber dalam sesi “Pemberdayaan Masyarakat sebagai Fondasi Pembangunan Ekonomi Inklusif.” Ia membagikan pendekatan Human Initiative dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kolaborasi dan pemanfaatan ekosistem digital.
“Jika skema penjualan masih mengandalkan diri sendiri, tenaga yang kita butuhkan terlalu besar untuk memunculkan produk di beranda ponsel konsumen. Kami mengubah pola itu melalui kolaborasi platform transaksi digital yang menggerakkan para afiliator untuk menjual produk UMKM,” kata Bambang.
Selain memperkuat akses pasar, Human Initiative terus mendampingi pelaku UMKM melalui pelatihan kewirausahaan, literasi keuangan, penguatan Kelompok Usaha Bersama (KUBE), serta pengembangan strategi pemasaran. Pendampingan tersebut membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas peluang usaha.
Selain itu, Human Initiative juga membangun jejaring antarpelaku UMKM dari berbagai daerah untuk saling berbagi pengalaman dan memperkuat kapasitas produksi.
“Kami sudah beraudiensi dengan Menteri Ketenagakerjaan. Sektor formal memosisikan pekerja sebagai objek, sedangkan UMKM adalah subjek mandiri. Akhir Juli 2026 nanti, kami mengumpulkan 100 local champion pemilik UMKM se-Indonesia untuk mengonsolidasikan volume produksi,” jelas Bambang.

Setiap kolaborasi membawa peluang untuk memperluas manfaat. Ketika berbagai pihak bergerak bersama, pengalaman, pengetahuan, dan sumber daya dapat saling melengkapi. Dari sinilah upaya pemberdayaan terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan kesempatan untuk tumbuh.
Forum ini menunjukkan bahwa kolaborasi membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang. Karena itu, Human Initiative mengajak masyarakat, dunia usaha, dan berbagai mitra untuk terus memperkuat pemberdayaan bersama. Mari ambil bagian dalam kolaborasi kebaikan melalui solusipeduli.org.