Kisah Alya Raih Mimpi Sekolah di Tengah Keterbatasan - SolusiPeduli.org

Kisah Alya Raih Mimpi Sekolah di Tengah Keterbatasan

01 Agustus 2025 - Oleh Abhi Setyaka

Kisah Alya Raih Mimpi Sekolah di Tengah Keterbatasan

Kehidupan yang tidak mudah seringkali menumbuhkan mental yang kuat untuk terus belajar dan bertumbuh. Alya* adalah salah satunya, mungkin bagi kita semua, kehidupan Alya ini menumbuhkan ungkapan “kok bisa ya?”. Karena memang kita seringkali mengukur kebahagiaan orang lain dengan kebahagiaan kita.

Menyusuri Lorong sempit untuk mencapai sebuah pintu kecil. Setelah dibuka, ruangan kecil dengan langit-langit yang rendah menjadi teman beraktivitas sehari harinya. Namun kabar lainnya, ruangan itu bukanlah ruang tamu, itu adalah ruangan semua kegiatan: makan, minum, tidur, belajar, semua menjadi satu di tempat ini, bukan bentuk efesiensi, tapi beginilah kehidupan Alya yang ia syukuri.

Semangat Belajar yang Justru Terus Tumbuh

Yang menakjubkan dari Alya adalah, ia terus berfokus ke masa depan. “aku mau sekolah setinggi tingginya, insyaAllah jadi orang sukses, aamiiin, supaya bisa bahagiaan ibu juga” jawabnya kepada tim Human Initiative. kami yang saat itu melihat keadaan Alya dan keluarganya seolah dihibur langsung oleh Alya yang menyatakan bahwa hidupnya baik baik saja, selama dia mendapatkan kesempatan untuk terus belajar.

Darimana biaya hidup keluarga untuk Alya sampai saat ini? Penghasilannya tak menentu. Ibu Alya adalah seorang pengamen dan terkadang tukang parkir. Namun sungguh, sang ibu sangat mendukung Alya untuk dapat melesat jauh melampaui mimpi mimpinya. Itulah yang membuat ibu Alya tidak berkeluh kesah. Ia terus melakukan yang terbaik untuk keluarga. Walau dalam ceritanya, ibu Alya mengungkapkan bahwa tak jarang satu bungkus nasi harus cukup untuk bertiga, bersama adik kecilnya.

Perjalanan baru di bangku SMA, tapi…

Alya sangat bersemangat untuk lanjut ke SMA. Alhamdulillah ia mendapat tawaran untuk belajar di Sekolah yang tidak memungut biaya. Tapi ada tantangan lain, ia belum bisa mengambil ijazah SMP karena tunggakan biaya sekolahnya yang belum mampu dibayar.

Sahabat Inisiator, saatnya kita sampaikan kepada Alya, bahwa kesempatan untuk belajar insyaAllah akan selalu ada. Jangan kita biarkan ada anak Indonesia yang memiliki semangat belajar tapi harus berhenti karena tidak mampu menyelesaikan administrasinya.

Mari kunjungi solusipeduli.org/lindungianak untuk membantu Alya dan anak anak lain, untuk tetap semangat dalam mengejar mimpi, terima kasih sahabat inisiator.

*nama disamarkan untuk pelindungi pemegang hak program

 

Baca Cerita Lainnya

Bagikan :