Air Bersih Langka, Obat-obatan Terbatas, Berbagai Penyakit Mengancam Pengungsi di Palestina - SolusiPeduli.org

Air Bersih Langka, Obat-obatan Terbatas, Berbagai Penyakit Mengancam Pengungsi di Palestina

30 Juli 2026 - Oleh Abhi Setyaka

Krisis kemanusiaan di Palestina terus memengaruhi kehidupan masyarakat, termasuk kondisi kesehatan. Di tengah terbatasnya akses terhadap air bersih, sanitasi, layanan kesehatan, obat-obatan, dan bahan bakar, menjaga kesehatan menjadi tantangan bagi banyak keluarga.

Penyakit Menular Terus Meningkat

Dampaknya terlihat dari meningkatnya kasus penyakit menular. Dalam dua minggu pertama Juli 2026, lebih dari 9.000 kasus cacar air tercatat di 130 fasilitas kesehatan di Gaza. Data Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) menunjukkan Khan Younis mencatat 47 persen kasus, disusul Gaza City 26 persen, Deir al Balah 15 persen, dan Rafah 12 persen. Fasilitas kesehatan juga melaporkan peningkatan kasus diare akut, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hepatitis A, serta penyakit kulit.

Banyak keluarga di Palestina saat ini tinggal di tenda-tenda pengungsian dengan kondisi yang padat. Ruang yang terbatas, akses air bersih yang minim, fasilitas sanitasi yang belum memadai, serta sulitnya menjaga kebersihan lingkungan membuat risiko penyebaran penyakit semakin tinggi. Dalam situasi seperti ini, penyakit menular lebih mudah menyebar, terutama di antara anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas yang memiliki kerentanan lebih besar.

Layanan Kesehatan dan Air Bersih Terbatas

Di saat kebutuhan layanan kesehatan terus bertambah, fasilitas kesehatan masih menghadapi berbagai keterbatasan. Sebagian rumah sakit dan pusat layanan kesehatan masih beroperasi dengan kapasitas terbatas. Di sisi lain, banyak fasilitas kesehatan mengalami kekurangan obat-obatan esensial dan bahan bakar sehingga pelayanan kepada masyarakat belum dapat berjalan secara optimal.

Akses terhadap air bersih juga masih menjadi tantangan. Masyarakat hanya memperoleh sekitar 12 hingga 15 liter air per orang setiap hari, jauh di bawah standar minimum WHO sebesar 50 liter. Keterbatasan sanitasi semakin memperbesar risiko penyebaran penyakit di tengah lingkungan pengungsian.

Mari Terus Menguatkan Palestina

Selain layanan kesehatan, masyarakat Palestina masih membutuhkan air bersih, fasilitas sanitasi, obat-obatan, perlengkapan medis, bahan bakar untuk operasional layanan kesehatan, nutrisi bagi anak-anak dan ibu hamil, tempat tinggal yang layak, serta dukungan kesehatan mental dan psikososial. Pemenuhan kebutuhan tersebut menjadi bagian penting untuk membantu masyarakat menjaga kesehatan sekaligus mengurangi risiko penyebaran penyakit.

Setiap kepedulian dapat menjangkau lebih banyak keluarga. Saat semakin banyak orang bergerak bersama, semakin banyak pula masyarakat Palestina yang dapat memperoleh dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.

Human Initiative terus berupaya menyalurkan bantuan kemanusiaan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Palestina. Mari berkolaborasi melalui solusipeduli.org agar lebih banyak keluarga memperoleh akses terhadap layanan kesehatan dan kebutuhan dasar yang mereka perlukan.

 

Sumber foto: tempo.co

Baca Cerita Lainnya

Bagikan :