Puasa Tasua dan Asyura: Momentum Menambah Amal dan Menguatkan Kepedulian - SolusiPeduli.org

Puasa Tasua dan Asyura: Momentum Menambah Amal dan Menguatkan Kepedulian

24 Juni 2026 - Oleh Abhi Setyaka

Sahabat Inisiator, saat memasuki bulan Muharram, banyak umat Muslim mulai mencari amalan yang dapat menambah pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satu amalan sunnah yang Rasulullah anjurkan adalah Puasa Tasua dan Puasa Asyura. Kedua puasa ini tidak hanya memiliki keutamaan tersendiri, tetapi juga mengajarkan nilai syukur, kesabaran, dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari.

Rasulullah bersabda:

“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Muharam. Dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163)

Melalui hadis tersebut, Rasulullah menunjukkan bahwa Muharram merupakan waktu yang tepat untuk memperbanyak amal saleh dan meningkatkan kualitas ibadah.

Puasa Tasua dan Asyura

Umat Muslim menjalankan Puasa Tasua pada tanggal 9 Muharram dan Puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram. Banyak ulama menganjurkan pelaksanaan kedua puasa tersebut secara berurutan karena Rasulullah juga mendorong umat Islam untuk melakukannya.

Puasa Asyura berkaitan dengan kisah Nabi Musa AS. Pada hari itu, Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun. Sebagai ungkapan syukur, Nabi Musa AS berpuasa. Ketika Rasulullah mengetahui hal tersebut, beliau ikut berpuasa pada hari Asyura dan mengajak para sahabat untuk mengikutinya.

Selain mengikuti sunnah Rasulullah, umat Muslim juga dapat memperoleh keutamaan dari puasa Asyura. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah menjelaskan bahwa Allah SWT menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah berlalu bagi orang yang menjalankan puasa Asyura.

Hikmah Puasa Tasua dan Asyura

Puasa Tasua dan Asyura tidak hanya melatih seseorang untuk menahan lapar dan dahaga. Kedua puasa ini juga membantu umat Muslim membangun kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari, seperti:

  1. Melatih kesabaran dan pengendalian diri.
  2. Menumbuhkan rasa syukur atas nikmat yang dimiliki.
  3. Menjadi momentum refleksi di awal tahun Hijriah.
  4. Menguatkan kepedulian terhadap sesama.
  5. Mendorong kebiasaan berbagi dan membantu orang lain.

Karena itu, semangat Muharram tidak berhenti pada ibadah pribadi. Sebaliknya, bulan ini mengajak umat Muslim untuk memperhatikan kondisi masyarakat di sekitarnya dan mengambil bagian dalam berbagai aksi kebaikan.

Berbagi di Bulan Muharram

Rasa syukur dapat kita tunjukkan melalui berbagai cara, salah satunya dengan berbagi kepada sesama. Kita dapat membantu keluarga yang membutuhkan, mendukung pendidikan anak-anak, atau berkontribusi dalam program kemanusiaan sesuai kemampuan masing-masing.

Pada momentum Muharram ini, Human Initiative mengajak Sahabat Inisiator untuk memperkuat ibadah sekaligus memperluas manfaat bagi sesama. Mari kolaborasikan kebaikan melalui berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan Human Initiative di solusipeduli.org. Bersama, kita dapat membantu lebih banyak masyarakat yang membutuhkan dan meluaskan dampak kebaikan.

Baca Cerita Lainnya

Bagikan :