Situation Report #1 Banjir Padang: Ketinggian Air Capai 1,5 Meter
05 Agustus 2026 -Hujan deras yang mengguyur Kota Padang, Sumatra Barat, sejak Senin, 3 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB memicu banjir di sejumlah wilayah. Air mencapai ketinggian hingga 1,5 meter di beberapa titik. Banjir merendam permukiman, fasilitas umum, dan akses jalan. Aktivitas masyarakat pun terganggu. Sebagian warga masih menunggu proses evakuasi. Hingga pukul 14.45 WIB, hujan terus turun. BPBD Kota Padang bersama tim SAR masih bekerja di berbagai lokasi untuk membantu masyarakat terdampak.
Banjir melanda Perumahan Wahana 2 Rimbo Tarok, Daerah Aliran Sungai (DAS) Guo, Taluk Sikumbang, Gurun Laweh, dan Pasa Lalang. Luapan Sungai Batang Kuranji membawa gelondongan kayu hingga kawasan Siteba. Di Gunung Sarik, banjir juga memicu galodo dan longsor di Bukik Rumah Tigo. Genangan setinggi 30 hingga 60 sentimeter menutup sejumlah ruas jalan, termasuk jalur Lapai menuju Gunung Pangilun, Tunggul Hitam, dan kawasan Ulak Karang di sekitar Universitas Bung Hatta. Warga memindahkan barang-barang penting ke tempat yang lebih tinggi untuk mengurangi risiko kerusakan. Petugas BPBD juga mengevakuasi warga di beberapa titik yang membutuhkan bantuan.
BMKG mengeluarkan pembaruan peringatan dini cuaca pada Senin, 3 Agustus 2026 pukul 13.20 WIB. Hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi di Padang Selatan, Padang Timur, Padang Barat, Padang Utara, Bungus Teluk Kabung, Lubuk Begalung, Lubuk Kilangan, Pauh, Kuranji, Nanggalo, dan Koto Tangah hingga pukul 15.30 WIB. Kepala BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, meminta masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai segera menuju lokasi yang lebih aman. Masyarakat juga perlu mengikuti informasi resmi dan arahan petugas selama cuaca ekstrem masih berlangsung.
Baca lebih lanjut di Situation Report #1 Banjir Padang
Respons Human Initiative
Human Initiative langsung bergerak setelah menerima laporan banjir. Tim melakukan kaji cepat untuk memetakan kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak. Tim juga mendukung proses Search and Rescue (SAR). Selanjutnya, Human Initiative membangun koordinasi bersama pemerintah daerah, BPBD, dan relawan lokal agar penanganan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Human Initiative juga menyiapkan distribusi makanan siap saji sebagai bantuan awal. Tim akan terus memantau perkembangan situasi dan menyesuaikan langkah penanganan dengan kondisi di lapangan. Pendekatan ini membantu memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan pada waktu yang tepat.
Setiap dukungan memiliki arti bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa tanggap darurat. Mari berkolaborasi bersama Human Initiative untuk membantu masyarakat terdampak banjir di Padang. Salurkan kepedulian Sahabat Inisiator melalui solusipeduli.org agar semakin banyak keluarga memperoleh dukungan yang mereka butuhkan.
Baca lebih lanjut di Situation Report #1 Banjir Padang